Cara Ajarkan Sikat Gigi yang Benar untuk Anak
Ada sebuah ungkapan kesehatan bahwa kondisi gigi yang baik adalah penting untuk mewujudkan tubuh yang sehat secara keseluruhan; termasuk kondisi fisik secara umum, kemampuan untuk mengunyah dan berbicara, penampilan dan hubungan sosial seseorang dengan yang lainnya.
JAKARTA, KOMPAS.com — Riset Kesehatan Dasar 2007 menyebutkan, 91,1 persen penduduk Indonesia sudah menyikat gigi dua kali sehari. Namun, hanya 7,3 persen yang menyikat gigi secara benar, yaitu sesudah sarapan dan sebelum tidur.
"Sebagian besar masyarakat menyikat gigi pada waktu mandi," kata Ratu Mirah Afifah, Professional Relationship Manager Oral Care, Unilever Indonesia, Rabu (5/9/2012) di Jakarta.
Kelirunya cara menggosok gigi berbuntut panjang. Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Bandung Eky S Soeria Soemantri mengatakan, dari 40.000 peserta Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2011, sebanyak 93,94 persen di antaranya membutuhkan perawatan gigi.
Mengajarkan sikat gigi yang benar memang bukan pekerjaan mudah. Namun, tentu saja, tidak berarti bapak dan ibu harus menyerah begitu saja. Sebaiknya, sejak dini ajarkan anak cara menggosok gigi yang benar agar terhindar dari gangguan gigi dan mulut.
Menurut Prof Dr drg Melanie Sadono Djamil dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, memang sebaiknya anak diajarkan sedini mungkin menyikat gigi yang baik dan benar. Anak diajarkan menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam.
Untuk siang hari setelah makan atau sehabis ngemil, anak dibiasakan berkumur dengan air putih. Berkumur akan menghilangkan sisa makanan di sela gigi. Juga untuk menetralkan tingkat keasaman rongga mulut.
Anak juga harus diajarkan teknik sikat gigi yang baik dan benar. “Sebaiknya sikat gigi satu jam setelah makan. Kalau kurang dari satu jam dikhawatirkan justru terjadi abrasi pada gigi. Teknik sikat gigi utama adalah seperti mencungkil arah gusi ke gigi dan memutar. Padahal kebanyakan orang sikat gigi arah maju mundur, teknik ini jelas salah. Salah teknik bisa menyebabkan pengikisan email. Terutama di daerah leher gigi yang memiliki email paling tipis,” kata Melanie.
Dia juga sering menerapkan metode “merah putih” untuk mengajarkan sikat gigi pada anak. Merah untuk gusi dan putih gigi. Arah menyikat gigi adalah dari gusi ke gigi.
Gosok gigi yang benar setidaknya 2 menit minimal 2 kali sehari. Dan waktu menggosok gigi yang paling penting untuk tidak dilewatkan adalah pada malam hari sebelum tidur. Akan lebih baik jika menggosok gigi setiap sehabis makan. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi sedikitnya sekali sehari.
Cara menggosok gigi yang baik:
Pilihlah sikat gigi yang kepalanya membulat dan bulu sikat yang lembut dengan ujung bulu sikat membulat/ tidak runcing supaya tidak melukai gusi
Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri dan asam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah terkikis.
|
|
Letakkan posisi kepala sikat dengan membentuk sudut 45 derajat di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi. |
|
Gerakan sikat dengan lembut dengan cara memutar atau mencongkel. Sikat bagian luar permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45 derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan. |
|
Untuk gigi bagian depan luar gunakan gerakan mencongkel dan Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi (ditarik dari dalam keluar) |
|
Yang perlu diperhatikan untuk bagian occlusal (untuk mengunyah) karena sering terjadi lubang gigi, gerakannya maju mundur dengan sedikit tekanan |
|
Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar. |
|